Harga Gabah Tidak Sesuai HPP, AKD Nganjuk Ajukan Hearing ke Dewan

Nganjuk LN.99 - Kegiatan membeli gabah dari petani
atau Serap Gabah Petani (sergap) untuk menjaga stabilitas harga gabah yang dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) menuai masalah. Pasalnya apa yang dialami petani ternyata gabah hasil panen miliknya dibeli tidak sesuai
Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni
 Rp 6500/kg. 

Buntut dari permasalahan diatas menjadi perhatian khusus dari Asisiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Nganjuk, hingga mendatangi Kantor DPRD Nganjuk untuk mengajukan rapat hearing.

Menurut Ketua AKD Kabupaten Nganjuk Dedy Nawan  bahwa, tujuan serap gabah petani (sergap) adalah untuk membantu petani mendapatkan harga yang layak, Menjaga stabilitas pasokan padi di pasaran  HPP, yang seharusnya dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), 
akan tetapi fakta dilapangan harga jauh dari HPP.

"Oleh sebab itu, kami mendatangi kantor dewan dengan tujuan mengajukan hearing, agar harga gabah milik masyarakat petani kami bisa dibeli sesuai HPP," ujar Kepala Desa Gejagan Kecamatan Koceret ini.

Ditambahkan oleh Dedy, 
manfaat sergap adalah  membantu petani dalam memperoleh harga yang layak, Menjaga stabilitas pasokan padi di pasaran, Membantu memenuhi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Melindungi dan meningkatkan kesejahteraan petani. 

"Dan cara kerja sergap 
Tidak mensyaratkan kualitas dan kuantitas gabah, dan mitra Bulog harus membeli gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP)," imbuhnya.

Senada disampaikan oleh Kepala Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom, Susilo Dwi Prasetyo, mengungkapkan bahwa dilapangan harga gabah milik petani dibeli dengan harga tidak sesuai HPP. 

Atas dasar diatas AKD mengajukan hearing dengan DPRD Nganjuk sebagai perwakilan masyarakat petani, untuk mendapatkan kepastian dari permasalahan yang dialami warga kami atau masyarakat petani pada umumnya.

"Dan jika dalam hearing nanti tidak ditemukan solusi, maka kami bersama masyarakat petani akan turun ke jalan melakukan aksi demo," ungkap Kades Susilo. ( Emy)

Caption : Ketua AKD Nganjuk Dedy Nawan (kiri) dan Kades Kampungbaru Susilo Dwi Prasetyo, datangi kantor dewan ajukan hearing terkait harga gabah petani(£my.sr)